#01 Jodohku Ditikung Azal
Ruangan 4x2 itu kini penuh dengan asap rokok dan aroma kopi yang khas. Kopi hitam tanpa gula. Di tempat inilah aku dan teman-teman yang lain menghabiskan waktu istirahat dengan berkumpul santai, sembari menghabiskan sisa-sisa rokok dan sarapan pagi yang belum tuntas. Ruangan ini biasa kami sebut dengan sebutan Pantry. Ruangan dengan lebar dua meter dan panjang empat meter yang satu setengah meternya di halangi oleh kayu yang biasa kami gunakan untuk bersimpuh sujud kepada sang Kholiq. Kini ruangan ini menjadi tempatku dan teman-teman untuk mencari solusi dan inspirasi dari masalah-masalah yang terjadi. Hari ini yang berada di Pantry hanya aku, Adam, Danil, dan sang guru Kepala sekolah. “gue mah heran sama kelas 12, masa iya ada yang nanya gini, pak kenapa undang-undang itu disebutnya undang-undang 45? Kenapa nggak 47 atau 48 gtu? Kenapa 45?” tanya Adam mengawali percakapan “mungkin dia bercanda pak” jawabku santai “nggak pak, emang dia bener-bener gak tahu maksud dari angka 45 ...